Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 04 Februari 2010

MELAKUKAN INSTALSI SISTEM OPERASI

Pastikan komponen komputer terpasang dengan baik, dan mendapat pasokan listrik yang cukup. Pastikan komputer menyala dengan baik. Hal pertama yang kita lakukan sebelum menginstal Operating System adalah melakukan penyetelan pada BIOS ( Basic Input Output System ). Untuk memasuki BIOS, saat komputer dinyalakan kita tekan tombol del atau F2 untuk di laptop. Ada berbagai macam sistem BIOS ( PhoenixBIOS, AMI BIOS, dll ), tetapi pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Untuk kali ini kita mengambil contoh Phoenix BIOS. Setelah masuk ke BIOS, kita cari setting untuk Booting dengan menekan tombol navigasi ( panah kiri, kanan, atas dan bawah ) yang akan muncul seperti gambar di bawah ini.

Secara default, posisi paling atas adalah Hard Drive. Hal ini diartikan booting akan dicek mulai dari Harddisk, dan apabila ada sistem operasi di harddisk maka komputer akan memilihnya. Karena sumber instalasi kita berada di CD, maka kita geser CD-ROM Drive ke atas ( biasanya dengan menekan tombol + ) sehingga seperti layar di bawah ini.


Setelah CD-ROM Drive berada pada posisi booting yang pertama, kita keluar dari BIOS dengan mencari menu Exit, pilih “Exit Saving Changes”. Dengan memilihnya setting kita yang tadi akan disimpan. Jadi setelah mengubah setting BIOS dan yakin akan setting ini, maka wajib memilih Exit Saving Changes. Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar di bawah ini.



Setelah kita exit, komputer akan restart dan akan booting dari CD-ROM dan melakukan proses instalasi.

B. INSTALASI OPERATING SYSTEM
Setelah kita setting pada BIOS dan komputer melakukan restart, jangan lupa untuk memasukan CD Operating System. Pada kali ini kita akan melakukan instalasi Operating System yang paling banyak digunakan orang di dunia, yaitu Operating System windows. Secara lebih spesifik yang kita instal adalah Windows XP. Untuk Operating System lainnya, terutama linux terbaru, memiliki langkah-langkah yang mirip dengan instlasi windows. Khusus untuk linux akan di bahas di buku informasi lain yang berjudul melakukan migrasi Operating System.
Sewaktu booting dari CD-ROM, komputer akan mengecek konfigurasi dan membaca data-data instalasi yang ada di dalam CD instalasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar di bawah.



Setelah selesai mengecek konfigurasi dan membaca data instalasi, akan muncul pilihan dimana kita bisa langsung instal Operating System dengan menekan enter, atau repair windows dengan menekan tombol R, atau tidak jadi instal dengan menekan F3. tentunya kali ini kita akan menekan enter untuk melakukan instalasi.



Setelah kita tadi menekan tombol enter, maka akan muncul “License Agreement” di sini kita membaca kesepakatan yang harus disetujui apabila kita menggunakan Operating System tersebut ( dalam hal ini Operating System windows ). Dan apabila kita telah setuju, maka kita tekan tombol F8.



Setelah kita setuju dengan kesepakatan di atas. Maka proses akan berlanjut dengan penentuan partisi harddisk dan juga peletakan windows dalam harddsik. Pada bagian ini, kita dapat membuat partisi yang kita mau asal kapasitas harddisk mencukupi, untuk membuat partisi baru kita menekan C dan disana akan ada pilihan kapasitas dari partisi tersebut. Apabila kita ingin menghapus partisi yang telah dibuat, kita cuku memilih partisi yang akan dihapus dan kemudian menekan tombol D. Apabila tidak mau mempartisi harddisk, kita dapat langsung menekan tombol enter. Pada umumnya kita mempartisi untuk memisahkan sistem dengan data, sehingga apabila suatu saat kita ada masalah dengan sistem operasi dan ingin mengisntal ulang dengan memformanya. Maka data tetap aman karena tersimpan di partisi yang lain. Jadi sangat disarankan untuk mempartisi harddisk.




Setelah kita menetapkan untuk mengistal, maka sistem akan mengecek harddisk telah diformat atau belum, format merupakan landasan dasar ( sistem kerja ) dari sebuah metode penyimpanan file di dalam harddisk. Ada berbagai macam format. Untuk standar windows XP biasanya menggunakan format NTFS, kalau mau lebih umum ( format lama ) dapat menggunakan FAT32. Untuk partisi yang berisi OS windows Xp, disarankan format NTFS.



Setelah kita menentukan formatnya dan menekan enter, proses untuk format berjalan, biasanya proses ini memakan waktu tidak begitu lama, hanya beberapa menit saja.


Setelah proses format selesai, proses akan memulainya dengan mencopy file-file yang dibutuhkan untuk proses instalasi ke dalam harddisk.





Setelah proses copy tadi selesai akan muncul layar seperti di atas, dan kemudian komputer secara otomatis meminta restart. Untuk lebih cepatnya tekan sembarang tombol agar bisa langsung restart.



Sewaktu restart ini, kita kembali ke proses booting dimana komputer akan memilih booting dari CD-ROM atau dari harddisk. Biasanya apabila kita tidak menekan tombol apapun, komputer akan booting dari harddisk. Tujuan kita kali ini memang agar komputer booting melalui harddisk, hal ini dikarenakan file-file yang dibutuhkan untuk memulai proses instalasi telah dicopy ke harddisk. Tapi anda jangan coba-coba mengeluarkan CD instalasi dari CD-ROM, karena ada beberapa data yang masih berada di CD. Apabila anda tidak berhasil booting dari harddisk, maka anda harus masuk ke BIOS dan mengubah harddisk menjadi primary booting. Ciri-ciri apabila anda telah booting melalui harddisk maka anda akan menjumpai gambar seperti di bawah ini.



Setelah ada melalui proses booting tadi dan telah masuk ke bagian instalasi windows, maka anda akan menjumpai layar biru seperti di bawah yang memberikan keterangan kepada kita bahwa proses instalasi sedang disiapkan ( lihat bagian kiri pada gambar dibawah ). Pada bagian kanan terdapat informasi-informasi yang mungkin berguna untuk anda.



Apabila anda memperhatikan gambar di bawah, ada proses bar yang menunjukan proses instalasi berada pada bagian instaling device ( menginstal peralatan ). Pada instalasi ini juga terdapat perkiraan waktu yang dibutuhkan sampai proses instalasi selesai. Seperti anda lihat pada gambar di bawah, waktu berkisar 37 menit lagi.






Apabila proses di atas telah selesai, maka akan muncul yang meminta kita untuk melakukan konfigurasi wilayah dan bahasa. Hal ini meliputi, cara penulisan nomor, tanggal, mata uang, penampilan waktu, serta alat input tambahan. Tapi secara default akan menggunakan format English ( United States ). Konfigurasi ini nantinya dapat di ganti melalui control panel. Tetapi apabila anda sudah yakin dan mau mengkonfigurasikannya sekarang, anda menekan tombol Customize.

Setelah kita selesai mengkonfigurasi hal di atas, disarankan untuk tidak mengubah konfigurasinya, jadi tinggal click next saja.
Setelah click next, kita masuk ke bagian personalisasi, pada bagian ini kita diminta untuk mengisi nama dan organisasi pemakai.



Setelah kita mengisi nama dan organisasi, maka kita akan masuk ke bagian memasukan product key / kode produksi dari CD Instalasi. Hal ini wajib dimasukan. Hal ini untuk menghindari pembajakan. Product key dapat di temukan pada tempat CD instalasi. Waspada dengan barang palsu. Apabila tidak ada product key, maka anda harus menanyakan kepada toko atau distributor tempat anda membeli.



Setelah anda memasukan product key, anda akan diminta memberi nama komputer anda. Beri nama apa saja. Selain itu anda juga diminta untuk memberi password administrator anda. Account administrator merupakan account paling tinggi tingkatannya dalam peranan di sistem operasi anda, account ini mendapatkan akses penuh untuk melakukan apa saja. Jadi setelah anda memberikan password, harap di ingat. Apabila anda tidak yakin memberi password, anda dapat membiarkannya kosong.



Selanjutnya kita akan mengisi tanggal dan jam hari ini, serta memilih zona waktu dimana kita tinggal. Untuk Indonesia mengikuti zona waktu Bangkok dengan ciri-ciri GMT+7 setelah itu tekan next.



Setelah selesai, proses instalasi akan berlanjut untuk menginstal jaringan. Sehingga akan terkoneksi dari komputer yang satu dengan yang lainnya. Proses instalasi jaringan ini dapat dilihat melalui progres bar yang nampak pada gambar di bawah ini.




Setelah instalasi jaringan, kita diminta untuk mengkonfigurasi jaringan, untuk pemula disarankan memilih Typical settings, tetapi apabila anda memang telah terbiasa dengan pengaturan jaringan, anda boleh mencoba mengkonfigurasi secara custom. Setelah memilih tekan next.


Di sini kita diminta untuk mengatur workgroup atau computer domain. Secara default akan dipilihkan No dan kita diminta untuk mengisi nama workgroupnya. Workgroup adalah computer satu group yang berada dalam satu jaringan. Untuk pengaturan ini, lebih jelasnya meminta bantuan network administrator.



Setelah proses diatas berakhir kita dihadapkan untuk menunggu proses instalasi berakhir. Pada saat ini sudah tidak ada isian ataupun pilihan untuk konfigurasi.



Setelah selesai proses ini, komputer secara otomatis akan meminta untuk restart. Setelah restart, windows dapat digunakan untuk pertama kali. Tentunya dengan instalasi Driver pendukung dari device-device yang terinstal pada komputer akan meningkatkan kinerja dari device tersebut.



Modul lengkap download dari
http://www.microsoft.com/



Tugas Teori

1. Apa yang harus di konfigurasi di BIOS ?
2. Format harddisk yang dapat berjalan pada sistem operasi Windows ?
3. Apakah itu partisi ?
4. Untuk menyetujui license agreement, kita harus menekan tombol apa ?
5. Tombol untuk membuat partisi ?
6. Apakah file-file instalasi dicopy ke harddisk ?
7. Konfigurasi waktu, Indonesia mengikuti waktu berapa GMT ?
8. Apakah Workgroup itu ?
9. Apakah account administrator itu ?
10. Dapatkah kita tidak mengisi password administrator ?

Tugas Unjuk Kerja
1. Perikasa kabel dan sistem kelistrikan beserta peralatan seperti UPS !
2. Bagaimana cara menginstal windows XP ?

Kunci Jawaban
Tugas-tugas Teori
1. Apa yang harus di konfigurasi di BIOS ?
Pada BIOS kita mengkonfigurasi sistem booting dimana komputer pengecekan booting melalui CD-ROM.
2. Sistem Format harddisk yang dapat berjalan pada sistem operasi Windows ?
NTFS dan FAT32
3. Apakah itu partisi ?
Pembagian kapasitas harddisk menjadi beberapa bagian yang terpisah walaupun dalam satu harddisk
4. Untuk menyetujui license agreement, kita harus menekan tombol apa ?
F8
5. Tombol untuk membuat partisi ?
C
6. Apakah file-file instalasi dicopy ke harddisk ?
Ya
7. Configurasi waktu, Indonesia mengikuti waktu berapa GMT ?
GMT +07:00
8. Apakah Workgroup itu ?
Workgroup adalah kelompok kerja yang berada dalam satu jaringan yang dapat melihat atau mengakses file-file yang dishare oleh komputer yang lain.
9. Apakah account administrator itu ?
Adalah account yang paling utama dalam sistem operasi, dimana account ini diberi akses tidak terbatas dalam melakukan pengaturan pada sistem operasi.
10. Dapatkah kita tidak mengisi password administrator ?
Dapat, dengan konsekuensi orang lain dapat mengakses account tersebut karena tidak diberi password


0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
free counters