Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Jumat, 05 Februari 2010

CARA MEMASANG KABEL UTP DAN BNC PADA JARINGAN KOMPUTER 2

A. MEMASANG DESAIN KABEL SESUAI DENGAN JARINGAN
Pemilihan jenis kabel
Dalam perancangan suatu jaringan, pemilihan jenis kabel merupakan hal yang sangat krusial karena kabel merupakan komponen utama dari suatu jaringan. Kabel yang ada dalam jaringan biasanya tertanam dan jarang diangkat atau dipindahkan kecuali terpaksa. Maka, jaringan yang dibangun diharapkan mampu berjalan baik selama 10 tahun atau lebih.
Topologi jaringan ada banyak macam, namun ada tiga yang utama yaitu linear bus, star dan ring. Selain dari jarak dan kecepatan akses, jenis topologi jaringan juga mempengaruhi jenis kabel yang dipakai. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis kabel yang dipakai, sekiranya perlu memperhatikan jenis topologi dari jaringan yang akan dibangun.

B. TOPOLOGI LINEAR BUS
Jenis topologi ini menggunakan prinsip penggunaan media secara bersama – sama.Artinya semua node terhubung dalam media komunikasi data yang sama. Topologi ini menggunakan metode broadcast ke jaringan untuk komunikasi data dari node ke node. Maksudnya jika node A ingin mengirim suatu data pada node B di dalam topologi linear bus yang terdiri dari node A,B,C,D maka data dari A itu akan dikirim ke semua node. Setiap node akan menerima data dari broadcast A . Jika data itu bukan ditujukan untuk node itu maka data itu akan diabaikan oleh node tersebut. Dalam kasus ini, B,C,D akan menerima data dari A. Namun yang akan benar – benar menerima data adalah B. C dan D mengabaikan data tersebut karena memang tidak ditujukan untuk mereka. Broadcast yang berlebihan akan mengurangi kinerja dari jaringan. Oleh karena itu perlu adanya metode switching untuk mengurangi broadcast

Topologi bus ini merupakan topologi yang banyak digunakan di awal penggunaan jaringan komputer karena topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Jika komputer dihubungkan antara satu dengan lainnya dengan membentuk seperti barisan melalui satu single kabel maka sudah bisa disebut menggunakan topologi bus.
Dalam topologi ini dalam satu saat, hanya satu komputer yang dapat mengirimkan data yang berupa sinyal elektronik ke semua komputer dalam jaringan tersebut dan hanya akan diterima oleh komputer yang dituju. Karena hanya satu komputer saja yang dapat mengirimkan data dalam satu saat maka jumlah komputer sangat berpengaruh dalam unjuk kerja karena semakin banyak jumlah komputer, semakin banyak komputer akan menunggu giliran untuk bisa mengirim data dan efeknya unjuk kerja jaringan akan menjadi lambat. Sinyal yang dikirimkan oleh satu komputer akan dikirim ke seluruh jaringan dari ujung satu sampai ujung lainnya.
Jika sinyal diperbolehkan untuk terus menerus tanpa bisa di interrupt atau dihentikan dalam arti jika sinyal sudah sampai di ujung maka dia akan berbalik arah, hal ini akan mencegah komputer lain untuk bisa mengirim data, karena untuk bisa mengirim data jaringan bus mesti bebas dari sinyal-sinyal. Untuk mencegah sinyal bisa terus menerus aktif (bouncing) diperlukana adanya terminator, di mana ujung dari kabel yang menghubungkan komputer-komputer tersebut harus di-terminate untuk menghentikan sinyal dari bouncing (berbalik) dan menyerap (absorb) sinyal bebas sehingga membersihkan kabel tersebut dari sinyal-sinyal bebas dan komputer lain bisa mengirim data.
Dalam topologi bus ada satu kelemahan yang sangat menganggu kerja dari semua komputer yaitu jika terjadi masalah dengan kabel dalam satu komputer (ingat topologi bus menggunakan satu kabel menghubungkan komputer) misalnya kabel putus maka semua jaringan komputer akan terganggu dan tidak bisa berkomunikasi antar satu dengan lainnya atau istilahnya 'down'. Begitu pula jika salah satu ujung tidak diterminasi, sinyal akan berbalik (bounce) dan seluruh jaringan akan terpengaruh meskipun masing-masing komputer masih dapat berdiri sendiri (stand alone) tetapi tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.


Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel coaxial. Perangkat jaringan dihubungkan dengan menggunakan TEE connector. Pada ujung network diterminasi dengan terminator 50 ohm. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial ini adalah sulit untuk mengukur kabel coaxial agar cocok. Kalau tidak diukur dengan benar maka akibatnya dapat merusak NIC yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak optimal. Topologi ini juga bisa menggunakan kabel fiber optic.

Kelebihan topologi linear bus :
- Mudah untuk menambahkan komputer atau peralatan lain ke jaringan
- Memerlukan kabel yang lebih sedikit dibandingkan dengan topologi star

Kekurangan :
- Seluruh jaringan akan tidak dapat berjalan jika ada kerusakan pada kabel utama
- Terminator diperlukan pada kedua ujung dari kabel backbone
- Jika terlalu jauh maka diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal

C. TOPOLOGI STAR
Secara fisik, topologi ini berbentuk seperti bintang di mana pusatnya berupa konsentrator ( hub atau switch ). Semua node yang tergabung harus terhubung dengan konsentrator tersebut. Metode komunikasi yang digunakan sama dengan metode pada topologi bus yaitu broadcast. Jika menggunakan hub maka data akan dikirim ke semua node dan node yang bukan tujuan akan mengabaikan data tersebut. Jika menggunakan switch maka broadcast akan dihilangkan dan data akan dikirim hanya pada node tujuan saja.
Topologi ini paling banyak digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Topologi ini awalnya digunakan dalam sistem mainframe. Jaringan star memberikan manajemen sumber daya (resource) secara sentral, namun dibandingkan dengan jenis bus, star ini memerlukan lebih banyak kabel karena tiap komputer dihubungkan ke hub, semakin banyak jumlah komputer yang akan dihubungkan ke jaringan maka semakin banyak pula kabel dan port yang ada di hub.
Kelemahan dari star ini juga adalah jika terjadi masalah dengan hub maka seluruh aktivitas jaringan akan ikut terganggu. Namun jika salah satu kabel terputus yang menghubungkan komputer dengan hub, maka yang mengalami masalah hanyalah pada komputer tersebut saja, komputer lain tetap dapat saling berkirim data (bandingkan dengan bentuk bus di atas).



Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel UTP ( biasanya CAT5). Namun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kabel coaxial ataupun fiber optik.

Kelebihan :
- Mudah dibangun
- Dapat menambah atau mengurangi peralatan ( device ) tanpa mengganggu jaringan yang sudah ada
- Mudah untuk mendeteksi bagian kerusakan yang ada

Kekurangan :
- Memerlukan kabel yang lebih panjang dibandingkan dengan topologi linear bus
- Jika konsentrator ( hub atau switch ) mengalami kerusakan maka node yang tergabung dalam konsentrator tersebut tidak dapat berfungsi
- Lebih mahal dikarenakan biaya penambahan pada konsentrator
- Kabel dipasang sesuai dengan beberapa peraturan, antara lain jarak minimal dengan kabel listrik, jarak minimal kabel, diameter gulungan, dll
- Kabel jaringan dilindungi dari gangguan fisik lingkungan , antara lain menggunakan ducking, dll


D. TOPOLOGI RING
Topologi ring menghubungkan komputer dalam satu bentuk lingkaran kabel. Sinyal yang dikirim akan berkeliling dalam satu arah dan melalui tiap komputer. Tiap komputer dalam topologi ring ini akan berfungsi juga sebagai repeater (penguat sinyal) dan mengirimkan sinyal ke komputer di sebelahnya. Karena tiap sinyal melalui tiap komputer, maka jika satu komputer mengalami masalah dapat berpengaruh ke seluruh jaringan.
Metode yang digunakan dalam mengirim data dalam ring dinamakan "token passing". Token ini dikirim dari komputer satu ke yang lain sampai ke komputer yang dituju. Komputer yang mengirimkan token akan memodifikasi token tersebut, menambahkan alamat pada data dan mengirimkannya. Komputer yang dituju atau yang menerima akan mengirimkan pesan bahwa data telah diterima setelah diverifikasi dengan membuat token baru dan dikirim ke jaringan.
Terlihat proses pengiriman token ini akan memakan waktu yang lama, sebenarnya tidak, karena token ini bekerja dengan kecepatan cahaya. Sebuah token dapat berkeliling lingkaran (ring) sejauh 200 meter sebanyak 10,000 kali dalam satu detik.


Jenis kabel yang digunakan pada topologi ini adalah kabel coaxial. Perangkat jaringan dihubungkan dengan menggunakan TEE connector. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial ini adalah sulit untuk mengukur kabel coaxial agar cocok. Kalau tidak diukur dengan benar maka akibatnya dapat merusak NIC yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak optimal. Topologi ini juga bisa menggunakan kabel fiber optic

Kelebihan :
- Mudah untuk menambahkan komputer atau peralatan lain ke jaringan
- Memerlukan kabel yang lebih sedikit dibandingkan dengan topologi star

Kekurangan :
- Seluruh jaringan akan tidak dapat berjalan jika ada kerusakan pada kabel utama
- Terminator diperlukan pada kedua ujung dari kabel backbone

E. PERATURAN UNTUK PEMASANGAN KABEL :
1. Hindarilah pemasangan kabel jaringan yang sejajar (atau berdekatan) dengan kabel listrik.
2. Hindarilah pembengkokan kabel secara berlebih dan untuk penggulungan kabel memiliki diameter minimal 30cm
3. Jika akan melakukan penggabungan kabel menggunakan kabel pengikat, janganlah mengikat terlalu kencang sehingga menyebabkan deformasi pada kabel
4. Jauhkan kabel dengan perangkat yang dapat menyebabkan noise semisal mesin fotokopi, pemanas air, speaker, microwave, telepon, dll.
5. Hindarilah menarik kabel dengan terlalu kencang
6. Hindarilah pemasangan kabel UTP pada luar gedung karena rentan terhadap sambaran petir.
Sebelum melakukan instalasi atau pemasangan kabel, dilakukan pemeriksaan terhadap kabel yang akan dipasang. Pemeriksaan ini dilakukan baik untuk kabel coaxial maupun kabel UTP. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kabel yang tidak dapat digunakan (mis: karena isinya terputus). Setelah kabel dipasang, gunakan pipa penutup agar rapi (ducking). Pemberian tanda pada kabel sebaiknya diterapkan agar memudahkan pengawasan ataupun perbaikan jika terjadi suatu kerusakan.
Dapat diketahui bahwa sistem pengkabelan di Indonesia belum terdesain dengan baik, hal ini terbukti karena kabel-kabel jaringan yang terinstal tidak berada dalam suatu dinding atau tembok dan berkeliaran bebas hingga dapat mengganggu aktivitas harian.
Untuk memasang kabel, harus berangkat dari ruangan server. Dengan kata lain, semua ujung kabel diratakan di ruangan server dekat dengan Hub. Misalkan memasang dan menarik kabel untuk 20 unit PC dan sisanya untuk server dan workstation di ruangan server. Tarik satu per satu kabel dan sesuaikan dengan keinginan, dengan perincian sebagai berikut:
Panjang kabel UTP dari Hub ke Server maksimal 8 meter
Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan server maksimal 12 meter
Panjang kabel UTP dari Hub ke Workstation di ruangan lainnya maksimal 100 meter.


F. MEMASANG KONEKTOR PADA KABEL JARINGAN
Pemasangan Konektor pada kabel UTP
Seseorang yang ingin memasang konektor harus mengetahui susunan kabel yang akan dipasang. Asal sama ujung ke ujung bisa saja, akan tetapi cara ini tidak tepat. Harus diperhatikan warna-warnanya. Untuk lebih jelasnya ikuti langkah-langkah berikut ini:
Potong kabel UTP dengan menggunakan tang pemotong disesuaikan dengan panjang yang dibutuhkan untuk menyambungkan dua buah peralatan yang akan disambungkan (komputer dengan switch atau switch dengan switch, dll) serta disesuaikan pula dengan ketentuan yang berlaku mengenai panjang kabel maksimal (lihat catatan di atas)
Kupas bagian luar dari kedua ujung kabel UTP tersebut sepanjang kurang lebih 2 cm.
Lepasakan pilinan yang ada pada setiap pasang kabel tersebut dan luruskan masing-masing kabel tersebut hingga mudah untuk disusun
Susun urutan warna sesuai dengan ketentuan berikut (untuk keterangan mengenai penggunaan straight atau throught silahkan melihat catatan pada bagian awal modul ini).
Untuk kabel straight through, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:
Putih Orange Putih Orange
Orange Orange
Putih Hijau Putih Hijau
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Hijau
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat
Untuk kabel cross, maka posisi warnanya untuk satu konektor ke konektor lain ditampilkan pada tabel berikut:

Putih Orange Putih Hijau
Orange Hijau
Putih Hijau Putih Orange
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Orange
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat


Siapkan konektor RJ-45 dan masukkan kabel. Setiap ujung konektor posisinya harus sama. Selain itu, bagian luar atau pembungkus kabel harus tejenpit agar kokoh dan tidak goyang.
Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukkan konektor dan jepit dengan tang crimping.
Lakukan dengan hati-hati agar tidak ada konektor yang berpindah pada pin yang lain.
Lakukan hal yang sama untuk ujung kabel. Ingat ketentuan warnanya

G. Pemasangan Konektor pada kabel coaxial
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang pada kedua ujung kabel sepanjang kurang lebih 4 cm.
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi hubungan pendek (short) pada ujung konektor tersebut.
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser. Test kemungkinan terjadinya arus pendek (short) dengan multimeter
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah), atau isolasi 3 M. Lapisi juga dengan silicon gel
8. Tutup seluruh permukaan dengan isolator karet bakar untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa (crimp) tanpa solderan dan drat (screw) sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.

H. Menguji konektivitas kabel
Pengujian konektivitas kabel UTP
Setelah pemasangan konektor RJ-45 pada kabel UTP telah selesai dilakukan maka hendaknya dilakukan pengujian atas kabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan bertujuan untuk mengecek mengenai konektivitas pada setiap pasang kabel tersebut serta untuk menghindari terjadi kesalahan pemasangan kabel pada posisi pin yang salah. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pengecekan konektivitas kabel tersebut adalah :
1. Siapkan perangkat network tester (untuk keterangan lebih detail mengenai network tester silahkan lihat pada bagian atas modul ini)

Network Tester
2. Siapkan kabel yang akan dilakukan pengetesan
3. Hubungkan kedua ujung kabel tersebut pada konektor yang terdapat pada masing-masing port kabel tester.
4. Nyalakan network tester dan perhatikan pada lampu yang menyala, apakah lampu yang menyala sudah sesuai dengan pasangan konektivitas kabel (straight through ataupun crossover)
5. Jika ada lampu yang seharusnya menyala tetapi tidak menyala atau jika ada pasangan lampu yang salah nyalanya, berarti kabel yang telah dibuat tersebut salah dan harus diulang lagi pembuatannya yaitu dengan cara mengulangi kembali langkah-langkah pemasangan konektor UTP seperti yang dituliskan pada bagian atas modul ini.

I. Pengujian konektivitas kabel coaxial
Setelah pemasangan konektor BNC pada kabel coaxial telah selesai dilakukan maka hendaknya dilakukan pengujian atas kabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan bertujuan untuk mengecek mengenai konektivitas pada kabel coaxial tersebut apakah telah tersambung dengan optimal. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pengecekan konektivitas kabel tersebut adalah :
1. Siapkan perangkat network tester (untuk keterangan lebih detail mengenai network tester silahkan lihat pada bagian atas modul ini)

Network Tester
2. Siapkan kabel yang akan dilakukan pengetesan
3. Hubungkan kedua ujung kabel tersebut pada konektor yang terdapat pada masing-masing port kabel tester.
4. Nyalakan network tester dan perhatikan pada lampu yang menyala, apakah lampu yang menyala sudah sesuai dengan pasangan konektivitas kabel
5. Jika lampu yang seharusnya menyala tetapi tidak menyala, berarti kabel yang telah dibuat tersebut salah dan harus diulang lagi pembuatannya yaitu dengan cara membuka konektor tersebut dan mencari kemungkinan mengenai adanya pemasangan antara konektor dengan kabel yang kendor atau mengulangi kembali langkah-langkah pemasangan konektor UTP seperti yang dituliskan pada bagian atas modul ini.


0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
free counters